Nikmati Suasana Kota Jogja, Sambil Mencicipi Bakmi Jawa

Kawani.id I Yogyakarta – Jika berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta apa yang terlintas dalam benak anda? Suasana tenang, tempat bersejarah, Keraton, budaya Jawa, dan kuliner makanan tradisional tentunya akan membuat kita mengingat dan ingin kembali ke kota Yogyakarta.

Tidak jauh dari alun-alun Selatan Yogyakarta ada sebuah  Kampung bernama Langenastran, sebenarnya masih berada di dalam wilayah benteng Keraton Yogyakarta. Nama Langenastran ini diambil dari sebuah filosofi nama profesi abdi dalem atau prajurit keraton “Langenastra” (dibaca: Langenastro).

Kampung Langenastran ini juga disebut kampung wisata budaya, setiap satu tahun sekali di tempat ini selalu diadakan festival batik tulis, pawai prajurit Langenastran, jemparingan, juga kuliner khas Yogyakarta dan sebagainya.

Jemparingan ini adalah nama komunitas panahan yang ada di Yogyakarta. Nama Jemparingan diambil dari filosofi nama pasukan pemanah Keraton Yogyakarta pada waktu itu. Untuk melestarikan budaya panahan khas Yogyakarta ini maka dibentuklah komunitas Jemparingan. 

Namun sayang sekali karena masa pandemic ini festival yang biasanya diadakan di bulan September setiap tahunnya ini untuk sementara waktu terpaksa ditiadakan.

Tapi jika anda berkunjung ke Yogyakarta, anda tetap bisa menikmati suasana dan kuliner khasnya.

Di Jalan Langenastran Lor nomor 31 ada sebuah rumah makan yang menjual Bakmi Jawa dan menu khas Yogyakarta lainnya Namanya Bakmi Jawa 31.

Di sini kamu bisa menikmati suasana rumahan dan kuliner khas Yogyakarta. Menu yang disediakan diantaranya ada bakmi jawa 31 (goreng/rebus), nasi goreng, capcay (rebus/goreng), nasi magelangan, nasi mawut, ayam rica2, teh khas jawa, jeruk (hangat/es), wedang tape, wedang uwuh (minuman dari rempah-rempah), kopi dan cemilan keripik kentang aneka rasa.

Sang pemilik Bakmi Jawa 31 ini Rafael Raditya Herlambang, Mas Didit demikian panggilan akrabnya. Memilih menu bakmi jawa karena memang ini adalah salah satu makanan khas dari Yogyakarta dan juga lokasi yang berada tepat di kampung wisata budaya Langenastran sangat cocok jika mengedepankan kuliner khas daerah.

“Resep warisan dari sang ibu ini akhirnya dijadikan ide berbisnis,” ujarnya, selasa ( 29/9/2020)

Didit menambahkan, sebelum masa pandemic Bakmi Jawa 31 ini buka setiap hari Senin sampai Sabtu dari pukul 16.30 WIB sampai pukul 23.00 WIB.

Ketika memasuki masa pandemic ini jam operasional pun berubah menyesuaikan dengan aturan pemerintah yaitu hari Selasa sampai Minggu di pukul 16.30 WIB, kami terima last order di pukul 21.00 WIB.

“Ingat ya jam operasionalnya, kalau anda datang pagi atau siang hari pukul 6.30 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB maka yang akan anda temukan menu soto ayam koya,” timpal Didit

Untuk protokol kesehatan, sambung Didit,  jangan khawatir Bakmi Jawa 31 telah menetapkan standard sesuai dengan aturan pemerintah.

Dikarenakan area Bakmi Jawa 31 ini cukup luas yaitu area indoor sekitar 50 meter persegi, sedangkan area outdoor sekitar 100 meter persegi, belum termasuk area parkir. Untuk area parkir sendiri bisa memuat 10-15 mobil.

“Pengunjung dapat memilih tempat yang nyaman baik indoor maupun outdoor, namun untuk rombongan disarankan menggunakan area outdoor,” tuturnya

Lebih lanjut, kata Didit, salah satu pelanggan tetap dari Bakmi Jawa 31 ini adalah komunitas DIECASTER Djogjakarta, sebuah komunitas yang anggotanya memiliki hobby koleksi miniatur mobil-mobilan dari berbagai jenis mobil, biasanya mereka berkumpul satu bulan sekali yaitu di hari Jumat minggu pertama.

Penulis  KWN06

Editor  KWN03