Bakmi Jawa 31, Sempat Mengalami Pasang Surut Omset

Kawani.id | Jogjakarta – Awal mula membangun usaha Bakmi Jawa 31 ini dibulan Juli tahun 2011, termotivasi ingin memanfaatkan area halaman rumahnya maka Rafael Raditya Herlambang alias Didit,  iseng-iseng membuka usaha Bakmi Jawa 31 ini.

Modal awal satu juta rupiah plus resep andalan dari sang ibu, Didit  memberanikan diri untuk mencoba membuka usaha. Percobaan membuka usahanya pun berhasil bertahan selama satu tahun.

Namun karena kurang fokus, maka tahun 2012 sempat tutup sementara beberapa bulan lalu buka kembali sampai ditahun 2014 awal.

“Karena belum bisa fokus 100% pengelolaannya sempat dipercayakan ke orang lain, namun merugi sehingga tutup sementara selama tiga bulan karena kehabisan modal,”  beber Didit, selasa (29/9/2020)

Dengan naik turunnya usaha Bakmi Jawa 31 ini,  Didit tidak menyerah begitu saja, diakhir tahun 2014 tim Bakmi Jawa 31 turun tangan langsung melayani pelanggan.

Sejak dikelola langsung oleh keluarga sendiri justru Bakmi Jawa 31 masih turus bertahan sampai saat ini. 

“Tahun 2019 sempat pindah lokasi di Jl. Langenastran Lor no. 22 karena tempat sedang di renovasi dan akan disewakan, lalu 10 bulan kemudian bertepatan memasuki 3 bulan masa pandemic Bakmi Jawa 31 kembali lagi ke alamat semula,” tuturnya

Sebelum masa pandemic, kata Didit, omsetnya bisa mencapai sekitar sepuluh sampai dengan lima belas juta rupiah perbulan,.

Namun ketika masa pandemik ini omset menurun menjadi sekitar empat juta rupiah saja perbulannya.

“Hal ini disebabkan karena mahasiswa belum aktif kembali, wisatawan juga masih sepi. Namun disyukuri dan dijalani saja dengan sukacita pasti ada berkah untuk setiap orang,”ujarnya  

Penulis KWN06

Editor  KWN 03