Hadapi Pasar Tunggal ASEAN, Tenaga Kerja RI Harus Terampil dan Kompeten

Kawani.id | Denpasar,- Pasar tunggal ASEAN yang diberlakukan sejak 31 Desember 2015 yang mencakup sejumlah sektor ekonomi dan produksi membuka kran bagi tenaga-tenaga kerja asal negara-negara di kawasan Asia Tenggara masuk ke Indonesia, begitu pun sebaliknya tenaga kerja Indonesia bisa dengan bebas masuk kenegara-negara yang tergabung di ASEAN.

“Pasar tunggal ASEAN membuka kesempatan bagi tenaga-tenaga lokal Indonesia bekerja di negara-negara Asia Tenggara, namun ada syaratnya, mereka wajib memiliki keterampilan dan kompetensi. Dan itu dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan lembaga khusus”, Kata Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Aldo Tobing, dalam keterangan tertulisnya, Jumát (30/10/2020).

Aldo, mengatakan, masalah keterampilan dan kompetensi tenaga kerja itu sering disampaikan diberbagai forum acara, terakhir pada Selasa 27 Oktober 2020 lalu, di Denpasar, Bali. Dalam acara itu khusus dibahas mengenai adalah ASEAN Guiding Principles for Quality Assurance and Recognition of Competency Certification Systems yang sudah disepakati para menteri ketenagakerjaan negara-negara ASEAN tahun 2016 lalu di Ibukota Laos, Vientiane.

Äda sebuah harapan yang ingin kita capai melalui penerapan ASEAN Guiding Principles oleh masing-masing negara anggota ASEAN, yakni terbangun saling percaya terhadap penjaminan mutu dan system sertifikasi kompetensi antar negara anggota ASEAN,”ujarnya.

BNSP, kata Aldo, sebelumnya telah mengikuti pilot project trilateral implementasi ASEAN Guiding Principles yang diikuti Malaysia, Indonesia dan Filipina beberapa waktu lalu, di mana masing-masing negara melakukan monitoring dan evaluasi secara virtual terhadap penjaminan mutu dan system sertifikasi kompetensi.

“Banyak hal yang dapat kita pelajari dan tingkatkan untuk mendapatkan kepercayaan dari negara lain. Sertifikasi kompetensi adalah tentang penjaminan mutu, jika kita bisa melaksanakannya sesuai prinsip-prinsip dan protocol yang ditetapkan melalui ASEAN Guiding Principles , maka kita akan mendapat kepercayaan dan tentunya mempermudah proses saling pengakuan kompetensi dengan negara anggota ASEAN,” katanya.

Lebih lanjut Aldo, mengatakan, melalui diseminasi ini diharapkan semua Lembaga Sertifikasi Profesi(LSP) terlisensi BNSP dapat memulai menyesuaikan dan menerapkan panduan prinsip ASEAN tersebut yang mencakup, tata kelola, akuntabilitas, transparansi, independensi, keyakinan dan standar, perbaikan berkelanjutan, proporsionalitas dan fleksibilitas layanan. “Kalau ini diterapkan secara konsisten system sertifikasi kompetensi kita dapat semakin dipercaya ditingkat nasional dan internasional,” tutupnya.

Penulis : KWN 06
Editor : KWN 01