Lebarkan Sayap Bisnis Angkutan Logistik Ini Langkah dari KAI Logistik dan MGP

Direktur Operasional dan Pemasaran PT KAI Logistik Edi Setiawan (kanan) dan Direktur Utama PT Mitra Garuda Palapa Muhamad Falah (kiri) menunjukan dokumen perjanjian kerja sama pengangkutan limbah B3 dengan menggunakan moda transportasi kereta

PT Kereta Api  Indonesia (KAI) logistik di masa pandemi Covid 19 terus mengembangkan sayap bisnisnya di sektor angkutan logistik skala besar, salah upaya yang dilakukan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini menjalin kerja sama dengan PT Mitra Garuda Palapa (MGP) untuk pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) relasi Kalimas (Surabaya)-Nambo ( Klapanunggal), Kabupaten Bogor.

Kerja sama antara kedua perusahaan itu ditandatangani Senin (14/12/2020) di salah satu klub resort di Kota Bogor. “Kerja sama antara kami (PT MGP-red) dengan PT Kerata Api Logistik sangat strategis dan sama-sama menguntungkan,”kata Komisaris Utama PT MGP Victor Silitonga, dalam sesi jumpa pers usai acara penandatanganan nota kerja sama.

Direktur Utama PT Mitra Garuda Palapa M Falah mengungkapkan, sebagai perusahaan jasa transportasi angkutan limbah di Indonesia, MGP memiliki visi untuk menjadi penyedia transportasi limbah terkemuka dengan mengedepankan pelayanan yang berbasis aneka ragam moda transportasi. “Kerja sama dengan PT Kereta Api Logistik ini, salah satu upaya kami untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen sekaligus meningkatkan pangsa pasar,” ujarnya.

Selain itu, menurut Falah, kerja sama dengan KA Logistik itu untuk menjawab peningkatan produktivitas ragam industri yang menjadi potensi peningkatan limbah baik B3 maupun non B3. Ïni juga sebagai upaya dalam melebarkan layanan transportasi limbah industri dari area Jawa Timur, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur,” katanya.

Direktur Operasional dan Pemarasaran PT KA Logistik Edi Setiawan mewakili Plt Direktur Utama PT Kereta Api Logistik Hendy Helmy mengatakan, kerja sama yang antara KA Logistik dengan MGP ini membuktikan moda kereta api masih menjadi pilihan karena memiliki ragam keunggulan, diantaranya pengiriman akan sampai tepat waktu dan aman.

“KAI Logistik telah mengantongi izin transportasi limbah B3, dengan dukungan sertifikasi petugas pengawalan dalam penanganan limbah B3 sehingga memberikan jaminan keamanan dan keselamatan,” terangnya.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengungkapkan, kerja sama PT Kereta Api Logistik dan PT Mitra Garuda Palapa akan ikut mendorong alihmoda angkutan logistik dari truk (angkutan jalan) ke angkutan kereta.

Alasannya, pemanfaatan angkutan logistic atau barang dengan menggunakan moda transortasi kereta api masih rendah hanya 0,6 persen, sementara angkutan barang dengan menggunakan truk masih mendominasi sekitar 90,4 persen.

“Kita akan terus mendorong perusahaan jasa angkutan logistik agar mau mengalihkan angkutan yang awalnya menggunakan trucking ke moda kereta api,”  jelasnya.

Cris mengungkapkan, ada banyak keuntungan yang akan didapatkan, bila mengangkutan logistik atau barang dengan menggunakan kereta api, selain kiriman sampai tepat waktu, kerusakan jalan akibat truk yang muatannya melebihi kapasitas jalan bisa diminimalisir.

“Efek positif dari pengangkutan logistik ini akan kita sebarkan terus, di samping itu, kita (Kemenhub) akan mendorong KA logistic membangun infrastruktur pendukungnya, seperti gudang untuk transit barang,” tutupnya.

Penulis : KWN 01