Green Industrial Park Jonggol, Kawasan Industri Ramah Lingkungan

Kawani.id | Cibinong – Letak geografis Kabupaten Bogor yang tak jauh dari Ibukota Jakarta , kerap menjadikan beberapa wilayah Kecamatan di Bumi Tegar Beriman banyak dilirik investor dalam dan luar negeri untuk melakukan investasi atau membuka industrinya di wilayah Kabupaten Bogor

“Selama ini, kawasan Industri di Kabupaten Bogor terpusat di Kecamatan Cibinong, Citeureup Gn Putri, Cileungsi dan sekitarnya. Namun kedepannya para investor akan mempunyai pilihan baru dengan hadirnya Green Industrial Park Jonggol ,” ujar Direktur Utama PT Pati Agung Makmur ( PAM ) Amam Hamami, rabu (16/9/2020 ) tadi malam.

Amam Hamami menegaskan, Green Industrial Park Jonggol akan jadi pilihan baru para investor untuk melebarkan sayap usahanya dengan membuka sebuah industri di bagian timur Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Weninggalih dan Desa Sirnagalih Kecamatan Jonggol yang akan menjadi kawasan industri seluas 300 hektar dengan konsep ramah lingkungan .

Lebih lanjut, kata Amam, PT PAM saat ini sudah mempunyai legalitas untuk mengembangkan kawasan Industri terpadu dan ramah lingkungan di Desa Weninggalih dan Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor .

Beberapa aspek legalitas yang telah dikantongi PT PAM untuk mengembangkan Green Industrial Park Jonggol diantaranya, sudah mengantongi Izin Lokasi dari Pemerintah Republik Indonesia yang dikeluarkan pada tanggal 19 Desember 2018 dan juga sudah memiliki NIB yang ditetapkan pada tanggal 19 Desember 2018 .

Selain itu, sambung Amam, Green Industrial Park Jonggol juga memiliki risalah pertimbangan teknis pertanahan dalam rangka penerbitan izin lokasi yang dikeluarkan Kementrian ATR/ BPN , Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor pada tanggal 22- Desember 2017 .

Amam menambahkan, untuk mengembangkan kawasan industrial yang ramah lingkungan di Kecamatan Jonggol, PT PAM juga telah mengantong Izin Usaha ( Izin Usaha Kawasan Industri ) yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 2018.

“Semua aspek legalitas yang telah dimiliki PT PAM tersebut akan menjadi magnet para investor untuk tidak ragu dalam membeli kavling –kavling yang ada di Green Industrial Park Jonggol,” tegas Amam Hamami

Saat ini Green Industrial Park Jonggol yang memiliki luas sekitar 300 hektar menjadi produk andalan PT Pati Agung Makmur yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri terpadu dan ramah lingkungan.

Sebenarnya, gagasan PT PAM membangun kawasan industri yang ramah lingkungan ini sudah lama. Selain itu, untuk merespon kebijakan Pemerintah Pusat terkait pengembangan area ekonomi yang asri , hijau dan ramah lingkungan.

“ Green Industrial Park Jonggol memiliki 187 kavling . Tiap kavlingnya ada yang 5000 meter sampai dengan 5 hektar. Selain itu, ada slot 22 hektar untuk kawasan Bisnis dan Niaga,” tegas Amam

Lokasi Geen Industrial Park Jonggol yang berada di timur Kabupaten Bogor boleh dikatakan sangat strategis, karena letaknya yang nempel dengan jalan raya Transyogi atau jalan Provinsi, hingga sangat memudahkan akses mobilitas para pelaku industri nantinya.

Tak hanya itu, kata Amam, PT PAM dalam menjalankan program Green Industrial Park Jonggol sangat teliti dan telah memenuhi semua tahapan kajian yang disesuaikan dengan gagasan Pemerintah Pusat terkait kawasan Industri yang ramah lingkungan.

Konsep pengembangan Green Industrial Park Jonggol juga boleh dikatakan masuk kategori kelas Premium. Hingga kawasan ini benar benar layak untuk dijadikan kawasan industri masa depan yang sangat mengedepankan kawasan industri yang asri , hijau serta dirancang modern dan disesuaikan dengan kebutuhan

Kavling–kavling yang ada di Green Industrial Park Jonggol sangat cocok untuk dijadikan industri Farmasi, Food Produk, Industri Otomotif dan juga menyediakan area komersil untuk para pelaku UMKM yang ada di kawasan tersebut.

Green Industrial Park Jonggol juga dilengkapi dengan pasokan Energi Listrik. Karena PT PAM akan menggaet PT PLN dengan tingkatan layanan premium.

Disamping itu, Amam juga menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan jaringan Pipa yang akan mendistribusikan transimis gas. Hal ini termasuk salah satu alternative sumber energi yang ada di Green Industrial Park Jonggol.

PT PAM juga akan memastikan keamanannya bagi setiap pelanggan sambungan srat optik dari PT. Telkom akan mengakomodasi kebutuhan untuk terhubung dengan klien atau mitra bisnis.

Terkait fasilitas keamanan dan kenyamanan para karyawan selama 24 jam di Green Park Industrial Jonggol, PT PAM telah menyiapkan area untuk perumahan, Apartemen, Area Komersil Truk. Bahkan, PT PAM juga menyediakan Mobil Damkar, sebagai bentuk antisipasi terjadinya bencana kebakaran dan berada di titik yang mudah terjangkau

Hal lain yang mencerminkan Green Industrial Park Jonggol benar benar ramah lingkungan telah disiapkannya Instalasi Pengolahan Air berkapasitas 50 liter perdetik atau 4300 meter kubik perhari dan dapat di upgrade hingga 200 liter per detik atau menjadi 27200 meter kubik.

Masih di area Green Industrial Park Jonggol, PT PAM juga menyediakan IPAL dengan kapasitas 35 liter perdetik atau 3000 meter kubik perhari. Selain itu dapat ditingkatkan menjadi 120 liter perdetik 12000 meter kubik tiap harinya.

” PT PAM terus melakukan promo kavling siap bangun kepada calon tenant. Terutama tenant yang sudah hampir habis masa izinnya dan berdiri bukan dikawasan industri,” tegas pria yang sangat menggemari sepakbola ini

Sementara itu, Anas Arif, Analis Kebijakan (Ahli Madya ) Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengatakan, pemerintah sangat mendukung upaya –upaya yang dilakukan PT PAM dengan pengembangan konsep Kawasan Industri yang ramah lingkungan.

Namun, kata Anas, pihaknya tetap menekankan, kawasan industrial yang ramah lingkungan harus tetap bisa menyerap tenaga kerja setempat dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada .

Disamping itu, Anas juga menginginkan PT PAM harus bisa melakukan kerjasama dengan Pemda setempat atau pihak-pihak swasta dalam mengadakan pelatihan-pelatihan kerja bagi para pemuda yang ada di sekitar kawasan tersebut.

“Pada intinya, kami ingin keberadan Kawasan Industri itu benar-benar bisa menjadi solusi untuk menyerap tenaga kerja bagi masyarakat yang ada di lokasi atau kawasan industry tersebut,” terang Anas. rabu ( 16/9/2020) tadi malam ( KWN 03)