Binaan Pertamina, Produk Rumahan Tauco Qu Makin Berkelas

Kawani.id | Jakarta,- Bisnis Tauco Qu, yang dikelola Nirma Darningsih, sejak menjadi mitra binaan PT Pertamina (Persero) makin berkembang dan berkelas. Bahkan produk yang resepnya diturunkan turun temurun itu menjadi buah tangan warga Malaysia dan Brunei Darussalam, saat melancong ke Medan.

“Tauco Qu sekarang kemasannya tampil lebih menarik dan higienis. Tauco yang tadinya hanya dijual di pasar Rp 2 ribu perak/bungkusnya dengan ikatan karet yang nggak tahu asalnya  serta prosesnya bagaimana, sejak jadi mitra Pertamina kita ubah, bahkan mulai dari dapur kita jaga kualitasnya dan gunakan bahan yang halal,”  katanya, dikutip dari laman resmi Pertamina, Selasa (20/04/2021).

Sebagai informasi, Nirma, merupakan generasi ketiga yang memproduksi Tauco Qu.  Produksi Tauco Qu, pada awalnya hanya untuk pemenuhan konsumsi keluarga besarnya saja. “Sudah dari nenek mengajari anak-anaknya membuat tauco, seperti mak tuo, mak cik, orangtua saya juga membuat sendiri untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Tauco Qu, kata Nirma, diproduksi dengan menggunakan fermentasi alami dan mengandalkan suhu ruang, dan  pembuatannya membutuhkan waktu setidaknya 45 hari.

“Alhamdulillah, saat ini produk Tauco Qu  sudah mengantongi sertifikat halal. Nomor Induk Berusaha (NIB) Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Dinkes PIRT dan saat ini, masih tahapan untuk BPOM,” katanya.

Sementara untuk pemasaran, Nirma mengandalkan media online seperti marketplace dan instagram. Selain itu, produknya bisa juga didapatkan di beberapa minimarket yang ada di sekitar Medan.“Tauco Qu ini juga sudah dijadikan oleh-oleh dan dibawa ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Brunai Darussalam,”jelasnya.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina akan mendukung penuh usaha seperti yang dijalani Nirma, apalagi usaha Tauco Qo yang diproduksi Nirma sudah mengantongi sertifikasi usaha.“Ini  akan meningkatkan kepercayaan konsumen kepada produk yang dibuat UMK. Selain itu juga sebagai tolak ukur bahwa UMK tersebut telah naik kelas,” ujarnya.Menurut Agus, program kemitraan tujuannya, karena  Pertamina ingin menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi.  “Paling penting menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan,”tutupnya.HL==III.jpeg