Digugat Pengembang Gegara IPPL, PN Depok Kabulkan Eksepsi Warga Mampang Hills

Kuasa hukum tergugat tujuh warga Estate Mampang Hills, Kota Depok Rian Hidayat (ketiga dari kiri) bersama lima perwakilan warga saat jumpa pers perihal dikabulkannya eksepsi para tergugat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat. (Foto/IST)

Kawani.id | Depok, -Perjuangan tak mengenal lelah tujuh warga Estate Mampang Hills, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, yang bersiteru dengan pengembang, gegara Iuran Pengembangan dan Pengelolaan Lingkungan (IPPL) di Pengadilan Negeri (PN) Depok, berbuah manis, karena majelis hakim mengabukan eksepsi warga yang menjadi tergugat.

”Alhamdulillah perjuangan panjang kami mencari keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Depok selama 11 bulan dari mulai tahun 2019 membuahkan hasil, di mana majelis hakim PN Depok mengabulkan eksepsi kami dan menggugurkan dalil-dalil yang diajukan pengembang (Penggugat)”kata Ketua RT 05/11 Imam Nurendo, sebagai koordinator warga yang menjadi tergugat, kepada wartawan, Jumát (02/10/2020),kepada wartawan di Depok.

Kuasa Hukum Tergugat Rian Hidayat mengatakan, perjuangan panjang warga Estate Mampang Hills ini berawal dari persoalan IPPL, di mana 10 warga yang menjadi tergugat, disebut oleh pengembang yakni PT Buana Global Propertindo (BGP) dan Bina Pilar Lestari (BPL) lalai melaksanakan kewajibannya membayar IPPL.

“Warga bukan tidak mau membayar IPPL yang menjadi kewajibannya tinggal di Estate Mampang Hills. Nah, masalahnya, warga menilai pengembang banyak janji pengembang, seperti pengadaan berbagai fasilitas di perumahan tak kunjung dilaksanakan,” ungkapnya.

Perseteruan antara warga dengan pengembang ini kata Rian, di bawa kepengadilan sejak September tahun 2019 lalu dan mulai disidangkan Oktober 2019. “Karena posisi warga sebagai tergugat, selama proses persidangan semua bukti kami kumpulkan, bahkan saat siding dengan materi meminta keterangan saksi, kami menghadirkan sanksi ahli di bidang hukum perdata. Semua bukti dan keterangan saksi ahli itu menjadi pertimbangan majalis hakim mengabulkan eksepsi kami,”katanya.

Sekretaris Paguyuban Warga Estate Mampang Hills, Dimas Wahyu Susanto menyebutkan, selama dirinya membayar IPPL, ternyata banyak fasilitas yang dijanjikan pengembang tak direalisasikan.

”Kami memiliki banyak bukti yang menjadi dasar dalam mengajukan eksepsi hingga akhirnya dikabulkan majelis hakim,”jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen pengembang belum bisa dimintai tanggapannya, konfirmasi wartawan melalui pesan whatsapp yang dikirim Jumát (02/10/2020) kemarin sampai Sabtu (O3/10/2020) belum mendapatkan respon.

Penulis : KWN 05
Editor : KWN 01