Pilkades di Tengah Pandemi, Bupati Terbitkan Perbup 69/2020 Tentang Prokes

kawani.id | Bogor – Hajatan pemilihan kepala desa (Pilkades) tahap II di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di masa pandemi Covid -19 menyisakan waktu kurang dari dua bulan lagi. Bupati Ade Yasin pun tak bosan mengingatkan semua tahapan pelaksanaan Pilkades di 88  desa di 34 kecamatan untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah penularan Covid -19.

“Aturan rinci mengenai Pilkades 2020 yang berada di masa pandemi Covid -19 ada di Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 69/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pencehagan Penyebaran Covid -19 Pemilihan Kepala Desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Ade Jaya Munadi, dikonfirmasi Jurnal Bogor, Minggu (25/10).

Ade menjelaskan, dalam Perbup 69 itu, di BAB III Pasal 4 Ayat 1,2, 3 dan 4 dengan tegas dan gamblang semua calon kepala desa selain harus membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupannya sehari-hari, calon juga diwajibkan mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pemahaman mereka soal protokol kesehatan.

Panitia Pilkades Desa Benteng, Kecamatan Ciampae menerima pengembalian berkas pendaftaran dari salah seorang calon peserta Pilkades. (Foto/ist)

“Edukasi materinya, kenapa harus pakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Prokes itu masuk dalam materi kampanye yang akan disampaikan si calon, namun kampanye yang akan dilaksanakan pun tak seperti waktu normal, karena ada di masa pandemi, jumlah peserta ada pembatasan,” ujarnya.

Saat pemungutan suara di TPS, Ade menjelaskan,pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya pun dicek suhu tubuhnya, di mana pemilih yang suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat Celsius tidak akan diperkenankan masuk. Selain itu, untuk mencegah kerumuman massa, warga yang akan menyalurkan hak pilihnya pun dijadwal. “Pilkades di masa pandemi ini memang beda jauh dengan waktu normal, tapi penerapan Prokes itu kan penting untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid -19,” katanya. 

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Benteng, Kecamatan Ciampae Ridwan Saleh membenarkan, adanya kewajiban menerapkan protokol kesehatan di semua tahapan Pilkades. “Walaupun agak ribet, tapi tak masalah, karena ini demi kebaikan semua, Pilkades lancar, penyebaran Covid -19 pun bisa dicegah,” jelasnya.

Ridwan lebih lanjut mengatakan, aturan baru di Pilkades 2020 ini dipahami semua calon, termasuk kewajiban calon untuk mengajak tim sukses dan warga menerapkan PHBS dan tak kenal lelah mengkampanyekan gerakan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “BPB akan terus memantau semua pelaksanaan tahapan Pilkades agar tak melanggar ketentuan yang ada di Perbup 69/2020,” tutupnya.

Penulis/Editor : KWN 01