Kolaborasi Indocement dengan Diskop UKM Kabupaten Bogor,Pelaku UMKM diLatih Buat Laporan Keuangan

Kawani.id | Bogor, –  Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), saat ini menjadi tumpuan pemerintah untuk menjadi penggerak roda perekonomian yang tertekan kena efek pandemi Covid -19.

Namun, lantaran mayoritas pelaku UMKM dikelola perorangan, banyak diantara mereka yang tidak memperhatikan perkembangan usaha dengan cara menghitung uang masuk dan keluar.

Ïni menjadi tantangan, makanya kami (Indocement-red) berupaya membantu program pemerintah dengan melatih para pelaku UMKM cara membuat laporan keuangan,”kata CSRS Division Manager, Gadang Wardono, Minggu (11/04/2021).

Gadang mengatakan, pelatihan pembuatan laporan keuangan digelar daring, Kamis (25/03/2021) bulan lalu dan diikuti sebanyak 60 pelaku UMKM dari desa-desa binaan di tiga lokasi pabrik, seperti di Citeureup, Cirebon dan Tarjun, Kalimantan Selatan.

“Pelatihan tahun ini memiliki mengusung tema menuju UMKM yang dapat membuat laporan keuangan sederhana dan memiliki ijin usaha,” ujarnya.
Gadang menjelaskan, UMKM yang mengikuti pelatihan usahanya beraneka jenis, seperti perajin palet, akrilik, tali plastik bekas, ban bekas, kaleng, kaca (lampu hias), bengkel motor, usaha pembuatan batako, dan lain-lainnya.“Pelatihan ini hasil kolaborasi Indocement dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, serta Koperasi Rancage,”katanya.

Gadang menerangkan, para pelaku UMKM disajikan berbagai materi, diantaranya, manajemen keuangan praktis dan sederhana disajikan dengan model diskusi dan studi kasus.

“Materi dipandu Pak Sumarno,v olunteer dari Finance Accounting  Division PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.),” katanya.

Materi selanjutnya, kata Gadang, penjelasan tentang pentingnya dan manfaat mengurus perijinan untuk UMKM dan teori dan praktek langkah-langkah pengurusan perijinan untuk UMKM.

“Pak Samsu Panta,  Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, sebagai pemberi materi,” katanya.

Gadang lebih lanjut menjelaskan, tujuan pelatihan ini agar pelaku UMKM di area sekitar pabrik Indocement  dapat membuat laporan keuangan sederhana dan paham akan pentingnya pencatatan keuangan.

“Pelatihan pembuatan keuangan ini, tahun 2020 lalu pun digelar daring dengan peserta sebanyak 30 pelaku UMKM. Kedepannya Indocement berharap akan semakin banyak UMKM terbantu dengan pelatihan ini,”harapnya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan UMKM, Samsu Panta, mengapresiasi langkah Indocement mengadakan latihan pembuatan keuangan bagi pelaku UMKM.

“Kelemahan utama UMKM kan dalam membuat laporan keuangan, karena menjadi tolak ukur untuk mengetahui apakah usahanya maju atau sebaliknya,” ujarnya.

Samsu berharap, perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Bogor mengikuti langkah serupa dengan Indocement.“Kalau semakin banyak swasta yang membantu melatih pelaku UMKM, cara membuat laporan keuangan yang sederhana, perlahan namun pasti kemajuan UMKM akan terlihat hasilnya, dan kami (Dinas Koperasi dan UKM) akan mendukungnya,”tutup Samsu.