Pandemi Covid -19 Ada 650 Nakes Di Kabupaten Bogor Terpapar

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina (kanan) menerima sumbangan Alat Pelindung Diri (APD) sumbangan warga untuk dipakai tenaga kesehatan

Kawani.id | Bogor,- Pandemi Covid -19 di Kabupaten Bogor, sejak Maret 2020 lalu hingga 13 Januari tercatat ada 650 tenaga kesehatan terpapar dari 650 itu sebanyak 494 orang dinyatakan sembuh.

“Catatan kita (Dinas Kesehatan-red) sampai Rabu 13 Januari lalu, sedikitnya 650 Nakes sembuh sebanyak 494 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Mike Kaltarina, Senin (18/01/2021).

Nakes yang meninggal dunia sampai Sabtu 16 Januari lalu, kata Mike ada delapan orang  “Yang meninggal ada 8 orang termasuk yang meninggal Sabtu lalu dari Puskesmas Megamendung dan RS Leuwiliang,” ungkapnya.

Menurut Mike, dari delapan yang meninggal, lima diantaranya di tahun 2020 lalu, diantaranya Tata Usaha Puskesmas Bojonggede bernama Mursidah, perawat senior RSUD Leuwiliang bernama Teti dan ahli madya kesehatan Puskesmas Megamendung bernama Jamhuri.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Dedi Syarif menyebut, Nakes yang terpapar Covid -19 hampir terjadi setiap hari.

“Nakes yang terpapar itu, salah satu sebabnya karena imunitas tubuhnya yang menurun, efek dari kelelahan menangani pandemi ini,” ujarnya.

Dede pun meminta, masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan (Prokes), karena dengan cara mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker, saat ini cara paling efektif agar tidak terpapar Covid-19.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat secara otomatis bisa mengurangi jumlah orang yang terpapar, sekaligus turut meringankan beban tugas para Nakes,” katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi melonjaknya kasus, Dinas Kesehatan, saat ini tengah mempersiapkan beberapa skenario dalam menyediakan ruang perawatan, di luar rumah sakit rujukan baik milik pemerintah daerah serta swasta, Wisma Artha Graha di Kecamatan Megamendung dan Gedung Pendidikan serta Pelatihan (Diklat) milik Kementerian Dalam Negeri, di Kecamatan Kemang.

“Rencananya kita akan menambah ruang untuk perawatan dengan menjajaki kerja sama pemanfaatan Wisma Atlet di Cilodong. Besok (Hari ini-red) akan kita tinjau. Wisma Atlet Cilodong kapasitasnya kamar sangat banyak dengan jumlah tempat tidur sebanyak 300 unit,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Zaeunudin.

Selain itu, kata Zen,  Pemkab Bogor juga tengah mempersiapkan posko terpadu satgas penanganan covid-19 tingkat kecamatan yang akan dilanjutkan dengan pembentukan posko terpadu pada tingkat desa/kelurahan bahkan sampai tingkat RT/RW.

“Pembentukan posko terpadu ini sesuai dengan arahan dari Satgas Percepatan Penangan Covid-19 pusat dan Provinsi Jawa Barat, yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi serta penanganan seputar covid 19 yang cepat dan dekat dengan masyarakat,” tutupnya.

Penulis : KWN 01