Dana Hibah Pariwisata Minta Dilanjut,PHRI Kota Bogor Bilang Manfaatnya Terasa

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Kota Bogor Yono Abeta

Kawani.id | Bogor,-  Pengusaha hotel dan restoran Kota Bogor,  berharap pada tahun 2021 ini hibah untuk sektor hotel dan restoran berlanjut. Alasannya, hibah  itu sangat membantu pengusaha hotel dan restoran bertahan dari hantaman badai pandemi.

“Jujur saja, hibah yang dikucurkan pemerintah pada tahun lalu manfaatnya sangat dirasakan para pengusaha hotel dan restoran. Saat ini  penerima hibah sedang menyusun laporan penggunaan hibah yang harus disampaikan paling lambat Februari nanti,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Kota Bogor Yuno Abeta Lahay, Senin (18/01/2021).

Yuno mengatakan, anggota PHRI yang menerima hibah mewakilkan kepada dirinya untuk mengucapkan terima kasih pada pemerintah pusat dan jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

“Bantuan kami pergunakan secara efektif, seperti  membayar gaji dan THR karyawan yang sempat tertunda, kami juga menggunakan untuk melengkapi infrastruktur protokol kesehatan, serta membayarkan kewajiban dan utang perusahaan kepada pihak supplier,” ujarnya.

Sebagai informasi, hibah pariwisata berupa dana tunai yang ditransfer Kementerian Pariwisata ke pelaku usaha hotel dan restoran melalui pemerintah daerah.  Namun hibah hanya diberikan kepada 101 daerah kabupaten/kota.  Di Jawa Barat, Kota Bogor merupakan satu dari empat daerah yang mendapatkan hibah bersama Kabupaten Bogor, Kota Bandung dan Kota Cirebon.

Besaran hibah PHRI Kota Bogor senilai Rp73 miliar dan total dana yang diterima, Pemkot Bogor membaginya dengan skala 70  persen atau seklitar  Rp 51,4 miliar dibagikan kepada hotel dan restoran, sementara sisanya 30 persen digunakan untuk meningkatkan kesiapan destinasi dalam penerapan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

Yuno mengungkapkan, di Kota Bogor ada 82 pengusaha hotel dan restoran yang menerima hibah. Besaran dana hibah yang diterima antara pengusaha satu dengan yang lain, tak sama. Namun yang pasti dibagi secara proporsional sesuai dengan besaran pajak hotel dan restoran yang rutin dibayarkan.

“Tak semua pengusaha dapat menerima hibah, karena ada beberapa syarat, diantaranya memiliki bukti pembayaran pajak pada tahun 2019 dan hotel serta restoran yang bakal mendapat hibah harus masih beroperasi hingga pelaksanaan dana hibah pariwisata pada Agustus 2020,” papar putra dari politikus PDI P Kota Bogor (alm) John Lahay itu.

Yuno pun tak menampik,  jika tak sedikit rekan sejawatnya lantaran gagal menerima menerima hibah. Makanya, PHRI berharap pemerintah dapat menyelenggarakan kembali progam yang sama pada tahun ini.  “Saya sangat berharap sekali program ini dapat kembali bergulir tahun ini. Sebab banyak sekali teman-teman seperti para penyelenggara travel, pemilik obyek wisata, dan masih banyak lagi yang perlu mendapatkan bantuan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman berjanji akan membantu para pengusaha dalam membuat pelaporan penyerapan dana hibah pariwisata.

“Sesuai NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) akhir Januari ini mereka harus menyampaikan progres laporan penyerapan hibah kepada Pemkot Bogor untuk bahan review Inspektorat . Yang nantinya kembali disusun ke dalam laporan akhir hibah pariwisata 2020 Kota Bogor,” paparnya.

Atep mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut apakah Kementerian Pariwisata akan kembali meluncurkan hibah pada tahun ini.

“Apabila merujuk kepada pedoman rencana strategi maupun RKPD untuk TA 2021 yang berkenaan dengan pemulihan wisata di masa pandemi , saya lihat kegiatan itu tidak ada. Tetapi dalam implementasinya, program dan kegiatan Disparbud di TA 2021 dimaksimalkan untuk membantu pemulihan sektor pariwisata,” tutupnya.

Penulis : KWN 01