Agar UMKM Mahir Kelola Keuangan,IWAPI dan Sekolah Vokasi Unpak Bantu Ini

Kawani.id | Bogor, Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), didorong menjadi rodo penggerak kebangkitan ekonomi yang tertekan lebih dari setahun, akibat kena efek pandemi Covid -19.

Berbagai stimulus atau bantuan keuangan dari APBN sampai APBD dikucurkan untuk membantu para pelaku UMKM, termasuk yang ada di Kabupaten Bogor.

Data dari Dinas Koperasi dan UKM, saat ini jumlah pelaku UMKM sudah menembus angka 25 ribu. Pelaku usaha ini menjalankan aktivitasnya ada yang perorangan maupun kelompok.

Namun sayangnya, banyak sekali pelaku UMKM belum mahir mengelola keuangan, lantaran terbatasnya kemampuan mereka. Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bogor menyadari persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.

“Ini menjadi tantangan IWAPI, makanya sebelum pandemi Covid -19 mewabah, kami sering menggelar pelatihan pengelolaan keuangan kepada pelaku UMKM, khususnya dari kaum perempuan,” kata Ketua IWAPI Kabupaten Bogor, Inne Roswianita, ditemui usai diskusi virtual bersama Sekolah Vokasi Universitas Pakuan dan didukung Bank BJB Cabang Cibinong, Kamis (08/04/2021).

Inne mengatakan, diskusi dengan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan bagian dari cara IWAPI memberikan tambahan wawasan kepada kaum perempuan yang menjadi wirausahawan dengan merintis usaha dari kelas mikro dan kecil.

“IWAPI akan terus memperkuat dan memberdayakan kaum perempuan dalam kegiatan usaha, dan meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola usahanya, serta membantu mereka mendapatkan akses terhadap teknologi informasi tentang pemasaran dan pembiayaan,” ujarnya.

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan, Tjut Awaliyah Zuraiyah mengatakan, Universitas Pakuan siap membantu IWAPI dan pelaku UMKM yang membutuhkan ilmu pengelolaan keuangan.

“Keterlibatan kami di masyarakat, semisal membantu pelaku UMKM, khususnya dari kalangan kaum perempuan bagian dari implementasi tri darma perguruan tinggi,” jelasnya

Itje menuturkan, kegiatan ini merupakan pengabdian dosen kepada masyarakat. “Kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai sini saja, tapi berkelanjutan, jika kita bersinergi, kita dapat membangun taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik,” katanya.

Kepala Cabang Bank BJB Cibinong, Boy Panji Soedrajat memaparkan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, Bank BJB memiliki kewajiban untuk membangun perekonomian di daerah.

“Webinar ini merupakan langkah strategis, karena melalui kegiatan ini akan tercipta ide-ide brilian yang kita butuhkan untuk membantu pelaku UMKM tumbuh dan berkembang, sehingga bisa menjadi penggerak ekonomi di masa pandemi,” katanya.

Boy mengungkapkan, sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, banyak nasabah dari kalangan pelaku UMKM. Persoalan yang mereka hadapi soal pengelolaan keuangan.

“Diskusi yang digelar IWAPI berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi Universitas Pakuan, seyognya sering digelar, untuj membantu mengatasi masalah yang acap kali dihadapi pelaku UMKM, soal pengelolaan uang, dari mulai pencatatan uang masuk dan keluar banyak yang tidak mengerti. Nah, ini menjadi tugas kita bersama membantu mereka,” tutupnya.

Penulis : KWN 01